Minggu, 27 Oktober 2013

PEMROGRAMAN JAVA

                       ALGORITMA PEMROGRAMAN 3

POLYMORPHISM DAN PHYTAGOREAN JAVA


KELOMPOK :

AMIN PUJO SAKTI (20112710)
FAJAR YUDHI PURNOMO (22112733)
M. RIAN NUR FATAH (25112074)
NIKO SANTOSO (25112321)

  • Buka program netbeans, kemudian new project > java > java application, beri nama pada :
  • Codingan PolymorphismToy.java
package toy;
public class PolymorphismToy{
static void test(){
RectangleToy theRectangle = new RectangleToy(100,200);
SquareToy theSquare = new SquareToy(100);
CircleToy theCircle = new CircleToy(100);
printGeometry(theRectangle);
printGeometry(theSquare);
printGeometry(theCircle);
}
/**
* @param args the command line arguments
*/
public static void main(String[] args) {
test();
}
static void printGeometry(GeometryToy theG){
System.out.println(“========================================”);
System.out.println(“Geometri          : “+theG.getGeometry());
System.out.println(“Luas geometri     : “+theG.area());
System.out.println(“keliling geometri : “+theG.circumference());
System.out.println(“========================================”);
}
}
abstract class GeometryToy{
abstract public String getGeometry();
abstract public double area();
abstract public double circumference();
}
class RectangleToy extends GeometryToy{
double width, height;
public RectangleToy (double newWidth, double newHeight){
width = newWidth;
height = newHeight;
}
public String getGeometry(){
return “Persegi panjang”;
}
public double area(){
return width * height;
}
public double circumference(){
return 2 * (width + height);
}
}
class SquareToy extends GeometryToy{
double side;
public SquareToy (double newSide){
side = newSide;
}
public String getGeometry(){
return “Bujur Sangkar”;
}
public double area(){
return side * side;
}
public double circumference(){
return 4 * side;
}
}
class CircleToy extends GeometryToy{
final double PI=3.14159;
double radius;
public CircleToy (double newRadius){
radius = newRadius;
}
public String getGeometry(){
return “Lingkaran”;
}
public double area(){
return PI * radius * radius;
}
public double circumference(){
return 2.0 * PI * radius;
// TODO code application logic here
}
}
  • Penjelasan statment
Public class Polymorphismtoy {
  • Modifier public :berarti metod tersebut dipanggil bisa untuk semua class.
  • Pada definisi class, merupakan class yang memuat metod main(), dan nama file disimpan dengan nama class public
  • Pada definisi metod, bermakna bahwa metod tersebut dapat diakses dari luar class yang bersangkutan
  • Pada daefinisi data, bermakna data tersebut dapat diakses dari luar class
Static void test() {
  • Modifier static pada metod : berarti metod tersebut dapat dipanggil hanya dari dalam class yang sama
  • Modifier void pada metod: berarti Metod tersebut tidak ada return valuenyaatau bisa juga disebut type datayang tidak mempunyai nilai balik.
RectangleToy theRectangle
SquareToy theSquare
CircleToy
3 nama itu merupakan nama objek dari class PolymorphismToy.
System.out.println(“=============================================”);
System.out.println(“Geometri                    :”+theG.getGeometry());
System.out.println(“Luas Geometri           :”+theG.area());
Sysytem.out.println(“Keliling geomteri    :”+theG.circumference());
System.out.println(“=============================================”);

Itu merupakan encapsulation ..Encaptulation: konsep dalam OOP yang bertujuan membungkus (mang-kapsul) data dan metode dalam suatu class sehingga data dan metode yang tersembunyi dalam class tidak dapat diases dari luar class.
Abstract class GeometryToy {
abstract class / kelas abstrak, sesuai namanya adalah kelas yang belum jelas spesifikasinya.
kelas abstrak digunakan untuk membuat sebuah kelas yang memiliki method yang belum jelas implementasinya. berikut ini aturan nya :
  • jika sebuah kelas memiliki method abstrak maka kelas itu harus menjadi kelas abstrak.
  • sebuah kelas abstrak dapat saja memiliki method yang tidak abstrak.
  • jika sebuah kelas abstrak diturunkan menjadi kelas konkret, maka semua method abstrak dari kelas abstrak haruslah ditulis ulang / dibuat ulang di kelas konkretnya dan diberi detail dari methodnya.
  • jika method abstrak di turunkan dan kelas turunannya adalah kelas abstrak, maka tidak perlu menulis ulang method yang abstrak.
sementara itu dulu aturan yang harus dipahami ketika anda membuat kelas abstrak dan menggunakan kelas abstrak, aturan – aturan lain akan anda temui ketika anda mulai membuatnya.
Public double area() { => Untuk mencari tinggi dan lebar area.
Public double circumference() { => Untuk Mencari tinggi dan lebar cicrcumference.
Return “Persegi panjang”; => mengembalikan nilai persegi panjang, keluar dari method fungsi informasi.
Private adalah kode yang sesuai dengan namanya, akses ini bersifat private. dengan kata lain data maupun method hanya dapat diakses oleh kelas yang dimilikinya saja.
  • kemudian klik kanan pada Project toy > new > java class\

    • Kemudian finish
    • Lalu ketikan kode program dibawah.
    public class PhytagoreanTripletToy {
    private int number=0;
    private int numberOfTriplet=0;
    final int MAX_OF_TRIPLETS = 100;
    private int[] tripletA = new int [MAX_OF_TRIPLETS];
    private int[] tripletB = new int [MAX_OF_TRIPLETS];
    private int[] tripletC = new int [MAX_OF_TRIPLETS];
    public PhytagoreanTripletToy(int number) {
    this.number = number;
    bruteForce();
    }
    public int getNumberOfTriplet(){
    return numberOfTriplet;
    }
    public int getNumber() {
    return number;
    }
    public void bruteForce(){
    for (int i=1;i<=number;i++){
    for (int j=1;j<=number;j++){
    for (int k=1;k<=number;k++){
    if (i*i == (j*j + k*k)){
    tripletA[numberOfTriplet] = i;
    tripletB[numberOfTriplet] = j;
    tripletC[numberOfTriplet] = k;
    }
    }
    }
    }
    }
    public String toString(){
    String str=”";
    for (int i=0;i<numberOfTriplet;i++)
    str += tripletA[i]+”\t”+tripletB[i]+”\t”+tripletC[i]+”\n”;
    return str;
    }
    static void test(){
    System.out.println(new PhytagoreanTripletToy(10));
    }
    public static void main(String[] args){
    test();
    }
    }
    • Penjelasan Statement
    public class PhytagoreanTripletToy {
    -          Class di beri nama PhytagoreanTripletToy
      private int number=0;
        private int numberOfTriplet=0;
        final int MAX_OF_TRIPLETS = 100;
    -          Variable number dan numberOfTriple bertipe data int(interger)
        private int[] tripletA = new int [MAX_OF_TRIPLETS];
        private int[] tripletB = new int [MAX_OF_TRIPLETS];
        private int[] tripletC = new int [MAX_OF_TRIPLETS]

    public PhytagoreanTripletToy(int number) {
            this.number = number;
            bruteForce();
        }
    -          Kata kunci this dipergunakan pada pembuatan kelas dan digunakan untuk menyatakan objek sekarang. Untuk menghindari variabel yang sama antara variabel class dengan variabel property.

    public int getNumberOfTriplet(){
            return numberOfTriplet;
        }
        public int getNumber() {
        return number;
        }
    -          Method Set dan Get sebenarnya adalah suatu method untuk mengubah dan mendapatkan nilai suatu variabel.
    -          Dalam JAVA, statement Return ini digunakan untuk keluar dari eksekusi kode program yang terdapat dalam sebuah method.
    public void bruteForce(){
            for (int i=1;i<=number;i++){
                for (int j=1;j<=number;j++){
                    for (int k=1;k<=number;k++){
                        if (i*i == (j*j + k*k)){
                            tripletA[numberOfTriplet] = i;
                            tripletB[numberOfTriplet] = j;
                            tripletC[numberOfTriplet] = k;
                        }
                    }
                }
            }
        }
    -          Public void Suatu anggota kelas (class member) dideklarasikan sebagai public, maka anggota tersebut akan bisa digunakan oleh siapa saja, yaitu baik oleh kelas yang sama, kelas lain maupun lingkungan luar kelas. Sehingga anggota kelas (class member) yang dideklarasikan sebagai public akan bisa diakses oleh sembarang object lain.
    -          Fungsi increment adalah, sebuah fungsi yang akan selalu menambahkan nilai 1 pada variabel yang dikenai oleh fungsi tersebut. Dalam kasus di atas, variabel yang dikenai oleh fungsi increment adalah variabel i, dan fungsi decrement adalah sebaliknya.
    -          int i;
    Proses pendeklarasian variabel yang akan kita gunakan dalam program. Semua variabel yang akan  digunakan harus dideklarasikan terlebih dahulu. Dalam kasus kali ini, kita hanya membutuhkan 1 variabel saja yaitu variabel i, maka yang kita deklarasikan pun cuma 1 variabel saja.
    -           for (int i=1;i<=number;i++){
     Variabel i yang sudah dideklarasikan tadi di atas, akan langsung dimasukkan ke dalam perulangan.
    -          If dan case digunakan jika ingin membuat suatu perbandingan atau membuat pilihan pada suatu nilai. If dan case mempunyai tujuan yang sama yaitu percabangan. Semua tergantung kita mau pilih yang mana karena output program sama saja. Bedanya hanya pada penulisan sintak program .
    public String toString(){
            String str=”";
            for (int i=0;i<numberOfTriplet;i++)
                str += tripletA[i]+”\t”+tripletB[i]+”\t”+tripletC[i]+”\n”;
                return str;
              }
        static void test(){
            System.out.println(new PhytagoreanTripletToy(10));
        }
         public static void main(String[] args){
           test();
        }
    }
    -          System.out.println(new PhytagoreanTripletToy(10));
     Akan menampilkan tulisan “Hasil Fungsi FOR ke –  …..” ke layar monitor . Titik titik (…..) akan diisi oleh nilai i.
    -          String adalah tipe data untuk teks yang merupakan gabungan huruf, angka, whitespace (spasi), dan berbagai karakter. Fungsi ini digunakan untuk membuat identifier String/teks.
    Tampilan selanjutnya dari program java membuat PhytagoreanToy.java yang sudah dapat di jalankan atau di run dengan menggunakan NetBeans :

    Maka outputnya seperti ini :







Rabu, 29 Mei 2013

KLAIM BATIK OLEH MALAYSIA


BATIK merupakan salah satu kekayaan warisan budaya bangsa yang patut dilestarikan. Namun, seiring dengan berkembangnya tren mode, seringkali batik hanya dipakai sebagai salah satu busana pelengkap. 

Padahal, berpakaian batik semestinya dapat dilakukan sebagai wujud konkret mempertahankan karakter bangsa.

Polemik pun muncul ketika batik diakui sebagai milik negara lain, Malaysia. batik diakui sebagai milik negara tetangga, pemerintah Indonesia pun mendaftarkan Batik ke dalam jajaran daftar representatif budaya tak benda warisan manusia UNESCO atau Representative List of Intangible Cultural Heritage-UNESCO.

Untuk mendapat pengakuan refresentatif sebagai warisan budaya, proses yang ditempuh oleh pemerintah Indonesia terbilang cukup panjang. Berawal pada 3 September 2008 dengan proses Nominasi Batik Indonesia ke UNESCO, yang kemudian diterima secara resmi oleh UNESCO pada 9 Januari 2009 untuk diproses lebih lanjut. 

Lalu, tahap selanjutnya ialah pengujian tertutup oleh UNESCO di Paris pada tanggal 11 hingga 14 Mei 2009. Dan puncaknya, pada (2/10/2009) diakhiri dengan UNESCO akan mengukuhkan batik Indonesia dalam daftar representatif Budaya Tak Benda Warisan Manusia yang akan dilaksanakan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Mohammad Nuh, selaku Menteri Ad-Interim Kebudayaan dan Pariwisata menyambut momen penting tersebut. Rencananya, usai pengukuhan, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono akan segera mendeklarasikannya. 

"Kita harus bersyukur, proses ini bukan proses yang pendek untuk mendapatkan pengesahan dari UNESCO. Keputusan UNESCO akan diumumkan pada tanggal 2 sekitar pukul 20.00 WIB. Dan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mendeklarasikannya secara resmi pada pukul 21.00 WIB," paparnya dalam jumpa pers yang berlangsung di Gedung Departemen Kominfo, Rabu (30/9/2009).

Lebih lanjut Mohammad Nuh mengutarakan, berlangsungnya pendeklarasian yang akan diumumkan oleh orang nomor satu di Indonesia itu bertujuan untuk menghapus upaya pengklaiman yang digencarkan oleh negara tetangga, Malaysia.

"Pendeklarasian ini karena merupakan persoalan budaya yang sempat menjadi perhatian dan merupakan kewajiban moral untuk menyelamatkan warisan budaya. Yang menjadi masalah adalah pengklaiman ini milik satu negara. Kalau produk kita dipakai negara lain, pasti kita akan bangga tapi begitu ada pengklaiman, ini yang jadi perkara," imbuhnya. 

Setelah batik resmi dikukuhkan oleh UNESCO, Menbudpar salah satu warisan budaya tersebut bisa diapresiasi oleh masyarakat Indonesia dengan memakai produk budaya sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.

"Semoga dengan dikukuhkannya batik Indonesia oleh UNESCO dapat menumbuhkan social awarenessuntuk mencintai dan menyelamatkan produksi asli Indonesia. Cara apresiasinya adalah dengan mengenakannya. Kalau tidak dikenakan, ya tidak ada maknanya," tandasnya.

Sebelumnya, wayang Indonesia pada tahun 2003 ditetapkan UNESCO sebagai Karya Agung Budaya Lisan dan Tak Benda Wirisan Manusia sedangkan keris ditetapkan pada tahun 2005. Selain batik, selanjutnya yang juga sedang menungu giliran untuk dikukuhkan adalah "Best Practice". Diklat Budaya Batik Indonesia dan karya budaya berupa angklung Indonesia yang sudah dinominasikan pada 26 Agustus 2009 lalu.

PENDAPAT :

Menurut saya jika apabila budaya sendiri tidak dilestarikan maka akan timbul hal semacam ini, masalah ini disebabkan oleh budaya luar. Orang Indonesia selalu mengikuti trend perkembangan budaya luar, sedangkan budaya sendiri? Terlupakan. Memang tidak ada salahnya mengikuti budaya luar jika diambil sisi positifnya, tapi jangan hanya budaya luar yang selalu diikuti perkembangannya. Budaya di Indonesia sangat banyak dan beraneka ragam, bahkan orang luar negeri pun banyak belajar tentang kebudayaan di Indonesia. Kenapa orang Indonesia tidak mampu seperti itu? Ya biasa takut dibilang kurang gaul, kuno, dan sebagainya karena mempelajari budaya sendiri. Batik adalah pakaian yang bagus menurut saya, batik membuat orang yang memakainya menjadi lebih cantik dan tampan. Daripada menggunakan pakaian yang hanya menggunakan sehelai kain dan aurat pun kemana mana. Jagalah batik sebagai kebudayaan leluhur Indonesia.

Sumber berita :
http://lifestyle.okezone.com/read/2009/10/01/29/261539/redirect

Rabu, 03 April 2013

SUKU ASMAT, PAPUA

Suku Asmat adalah sebuah suku di Papua. Suku Asmat dikenal dengan hasil ukiran kayunya yang unik. Populasi suku Asmat terbagi dua yaitu mereka yang tinggal di pesisir pantai dan mereka yang tinggal di bagian pedalaman. Kedua populasi ini saling berbeda satu sama lain dalam hal dialek, cara hidup, struktur sosial dan ritual. Populasi pesisir pantai selanjutnya terbagi ke dalam dua bagian yaitu suku Bisman yang berada di antara sungai Sinesty dan sungai Nin serta suku Simai.
Kondisi Alam
Wilayah yang mereka tinggali sangat unik.Dataran coklat lembek yang tertutup oleh jaring laba-laba sungai.Wilayah yang ditinggali Suku Asmat ini telah menjadi Kabupaten sendiri dengan nama Kabupaten Asmat dengan 7 Kecamatan atau Distrik.Hampir setiap hari hujan turun dengan curah 3000-4000 milimeter/tahun.Setiap hari juga pasang surut laut masuk kewilayah ini,sehingga tidak mengherankan kalau permukaan tanah sangat lembek dan berlumpur.Jalan hanya dibuat dari papan kayu yang ditumpuk diatas tanah yang lembek.Praktis tidak semua kendaraan bermotor bisa lewat jalan ini.Orang yang berjalan harus berhati-hati agar tidak terpeleset,terutama saat hujan.
Kampung Asmat
Sekarang biasanya, kira-kira 100 sampai 1000 orang hidup di satu kampung. Setiap kampung punya satu rumah Bujang dan banyak rumah keluarga. Rumah Bujang dipakai untuk upacara adat dan upacara keagamaan. Rumah keluarga dihuni oleh dua sampai tiga keluarga, yang mempunyai kamar mandi dan dapur sendiri. Hari ini, ada kira-kira 70.000 orang Asmat hidup di Indonesia. Mayoritas anak-anak Asmat sedang bersekolah.
Fisik Orang Suku Asmat
Penduduk Asmat pada umumnya memiliki ciri fisik yang khas,berkulit hitam dan berambut keriting. Tubuhnya cukup tinggi. Rata-rata tinggi badan orang Asmat wanita sekitar 162cm dan tinggi badan laki-laki mencapai 172cm.
Mata Pencaharian
Kebiasaan bertahan hidup dan mencari makan antara suku yang satu dengan suku yang lainnya di wilayah Distrik Citak-Mitak ternyata hampir sama. suku asmat darat, suku citak dan suku mitak mempunyai kebiasaan sehari-hari dalam mencari nafkah adalah berburu binatang hutan separti, ular, kasuari, burung, babi hutan dll. mereka juga selalu meramuh / menokok sagu sebagai makan pokok dan nelayan yakni mencari ikan dan udang untuk dimakan. kehidupan dari ketiga suku ini ternyata telah berubah.
Sehari-hari orang Asmat bekerja dilingkungan sekitarnya,terutama untuk mencari makan, dengan cara berburu maupun berkebun, yang tentunya masih menggunakan metode yang cukup tradisional dan sederhana. Masakan suku Asmat tidak seperti masakan kita. Masakan istimewa bagi mereka adalah ulat sagu. Namun sehari-harinya mereka hanya memanggang ikan atau daging binatang hasil buruan.
Masakan suku Asmat tidak seperti masakan kita. Masakan istimewa bagi mereka adalah ulat sagu. Namun sehari-harinya mereka hanya memanggang ikan atau daging binatang hasil buruan.
Dalam kehidupan suku Asmat “batu” yang biasa kita lihat dijalanan ternyata sangat berharga bagi mereka. Bahkan, batu-batu itu bisa dijadikan sebagai mas kawin. Semua itu disebabkan karena tempat tinggal suku Asmat yang membetuk rawa-rawa sehingga sangat sulit menemukan batu-batu jalanan yang sangat berguna bagi mereka untuk membuat kapak, palu, dan sebagainya.
Makanan Pokok
Makanan Pokok orang Asmat adalah sagu,hampir setiap hari mereka makan sagu yang dibuat jadi bulatan-bulatan yang dibakar dalam bara api.Kegemaran lain adalah makan ulat sagu yang hidup dibatang pohon sagu,biasanya ulat sagu dibungkus dengan daun nipah,ditaburi sagu,dan dibakar dalam bara api.Selain itu sayuran dan ikan bakar dijadikan pelengkap. Namun demikian yang memprihatinkan adalah masalah sumber air bersih.Air tanah sulit didapat karena wilayah mereka merupakan tanah berawa.Terpaksa menggunakan air hujan dan air rawa sebagai air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Pola Hidup
Satu hal yang patut ditiru dari pola hidup penduduk asli suku asmat,mereka merasa dirinya adalah bagian dari alam, oleh karena itulah mereka sangat menghormati dan menjaga alam sekitarnya, bahkan, pohon disekitar tempat hidup mereka dianggap menjadi gambaran dirinya. Batang pohon menggambarkan tangan, buah menggambarkan kepala, dan akar menggambarkan kaki mereka
Adat istiadat suku asmat
Suku Asmat adalah suku yang menganut Animisme, sampai dengan masuknya para Misionaris pembawa ajaran baru, maka mereka mulai mengenal agama lain selain agam nenek-moyang. Dan kini, masyarakat suku ini telah menganut berbagai macam agama, seperti Protestan, Khatolik bahkan Islam. Seperti masyarakat pada umumnya, dalam menjalankan proses kehidupannya, masyarakat Suku Asmat pun, melalui berbagai proses, yaitu :
·         Kehamilan, selama proses ini berlangsung, bakal generasi penerus dijaga dengan baik agar dapat lahir dengan selamat dengan bantuan ibu kandung alau ibu mertua.
·         Kelahiran, tak lama setelah si jabang bayi lahir dilaksanakan upacara selamatan secara sederhana dengan acara pemotongan tali pusar yang menggunakan Sembilu, alat yang terbuat dari bambu yang dilanjarkan. Selanjutnya, diberi ASI sampai berusia 2 tahun atau 3 tahun.
·         Pernikahan, proses ini berlaku bagi seorang baik pria maupun wanita yang telah berusia 17 tahun dan dilakukan oleh pihak orang tua lelaki setelah kedua belah pihak mencapai kesepakatan dan melalui uji keberanian untuk membeli wanita dengan mas kawinnya piring antik yang berdasarkan pada nilai uang kesepakatan kapal perahu Johnson, bila ternyata ada kekurangan dalam penafsiran harga perahu Johnson, maka pihak pria wajib melunasinya dan selama masa pelunasan pihak pria dilarang melakukan tindakan aniaya walaupun sudah diperbolehkan tinggal dalam satu atap.
·         Kematian, bila kepala suku atau kepala adat yang meninggal, maka jasadnya disimpan dalam bentuk mumi dan dipajang di depan joglo suku ini, tetapi bila masyarakat umum, jasadnya dikuburkan. Proses ini dijalankan dengan iringan nyanyian berbahasa Asmat dan pemotongan ruas jari tangan dari anggota keluarga yang ditinggalkan.
Rumah adat

Rumah Tradisional Suku Asmat adalah Jeu dengan panjang sampai 25 meter.Sampai sekarang masih dijumpai Rumah Tradisional ini jika kita berkunjung ke Asmat Pedalaman.Bahkan masih ada juga diantara mereka yang membangun rumah tinggal diatas pohon.
Agama
Masyarakat Suku Asmat beragama Katolik,Protestan,dan Animisme yakni suatu ajaran dan praktek keseimbangan alam dan penyembahan kepada roh orang mati atau patung. Bagi Suku Asmat ulat sagu merupakan bagian penting dari ritual mereka.Setiap ritual ini diadakan,dapat dipastikan,kalau banyak sekali ulat yang dipergunakan. (Kal Muller,Mengenal Papua,2008,hal.31)
Kepercayaan dasar
Adat istiadat suku Asmat mengakui dirinya sebagai anak dewa yang berasal dari dunia mistik atau gaib yang lokasinya berada di mana mentari tenggelam setiap sore hari. Mereka yakin bila nenek moyangnya pada jaman dulu melakukan pendaratan di bumi di daerah pegunungan. Selain itu orang suku Asmat juga percaya bila di wilayahnya terdapat tiga macam roh yang masing-masing mempunyai sifat baik, jahat dan yang jahat namun mati. Berdasarkan mitologi masyarakat Asmat berdiam di Teluk Flamingo, dewa itu bernama Fumuripitis. Orang Asmat yakin bahwa di lingkungan tempat tinggal manusia juga diam berbagai macam roh yang mereka bagi dalam 3 golongan.
·         Yi – ow atau roh nenek moyang yang bersifat baik terutama bagi keturunannya.
·         Osbopan atau roh jahat dianggap penghuni beberapa jenis tertentu.
·         Dambin – Ow atau roh jahat yang mati konyol.
Kehidupan orang Asmat banyak diisi oleh upacara-upacara. Upacara besar menyangkut seluruh komuniti desa yang selalu berkaitan dengan penghormatan roh nenek moyang seperti berikut ini :
·         Mbismbu (pembuat tiang)
·         Yentpokmbu (pembuatan dan pengukuhan rumah yew)
·         Tsyimbu (pembuatan dan pengukuhan perahu lesung)
·         Yamasy pokumbu (upacara perisai)
·         Mbipokumbu (Upacara Topeng)
Suku ini percaya bahwa sebelum memasuki surga, arwah orang yang sudah meninggal akan mengganggu manusia. Gangguan bisa berupa penyakit, bencana, bahkan peperangan. Maka, demi menyelamatkan manusia serta menebus arwah, mereka yang masih hidup membuat patung dan menggelar pesta seperti pesta patung bis (Bioskokombi), pesta topeng, pesta perahu, dan pesta ulat-ulat sagu.
Upacara suku asmat
·         Ritual Kematian
Orang Asmat tidak mengenal dalam hal mengubur mayat orang yang telah meninggal. Bagi mereka, kematian bukan hal yang alamiah. Bila seseorang tidak mati dibunuh, maka mereka percaya bahwa orang tersebut mati karena suatu sihir hitam yang kena padanya. Bayi yang baru lahir yang kemudian mati pun dianggap hal yang biasa dan mereka tidak terlalu sedih karena mereka percaya bahwa roh bayi itu ingin segera ke alam roh-roh. Sebaliknya kematian orang dewasa mendatangkan duka cita yang amat mendalam bagi masyarakat Asmat.
Suku Asmat percaya bahwa kematian yang datang kecuali pada usia yang terlalu tua atau terlalu muda, adalah disebabkan oleh tindakan jahat, baik dari kekuatan magis atau tindakan kekerasan. Kepercayaan mereka mengharuskan pembalasan dendam untuk korban yang sudah meninggal. Roh leluhur, kepada siapa mereka membaktikan diri, direpresentasikan dalam ukiran kayu spektakuler di kano, tameng atau tiang kayu yang berukir figur manusia. Sampai pada akhir abad 20an, para pemuda Asmat memenuhi kewajiban dan pengabdian mereka terhadap sesama anggota, kepada leluhur dan sekaligus membuktikan kejantanan dengan membawa kepala musuh mereka, sementara bagian badannya di tawarkan untuk dimakan anggota keluarga yang lain di desa tersebut.
Apabila ada orang tua yang sakit, maka keluarga terdekat berkumpul mendekati si sakit sambil menangis sebab mereka percaya ajal akan menjemputnya. Tidak ada usaha-usaha untuk mengobati atau memberi makan kepada si sakit. Keluarga terdekat si sakit tidak berani mendekatinya karena mereka percaya si sakit akan ´membawa´ salah seorang dari yang dicintainya untuk menemani. Di sisi rumah dimana si sakit dibaringkan, dibuatkan semacam pagar dari dahan pohon nipah. Ketika diketahui bahwa si sakit meninggal maka ratapan dan tangisan menjadi-jadi. Keluarga yang ditinggalkan segera berebut memeluk sis akit dan keluar rumah mengguling-gulingkan tubuhnya di lumpur. Sementara itu, orang-orang di sekitar rumah kematian telah menutup semua lubang dan jalan masuk (kecuali jalan masuk utama) dengan maksud menghalang-halangi masuknya roh-roh jahat yang berkeliaran pada saat menjelang kematian. Orang-orang Asmat menunjukkan kesedihan dengan cara menangis setiap hari sampai berbulan-bulan, melumuri tubuhnya dengan lumpur dan mencukur habis rambutnya. Yang sudah menikah berjanji tidak akan menikah lagi (meski nantinya juga akan menikah lagi) dan menutupi kepala dan wajahnya dengan topi agar tidak menarik bagi orang lain.
Mayat orang yang telah meninggal biasa diletakkan di atas para (anyaman bambu), yang telah disediakan di luar kampung dan dibiarkan sampai busuk. Kelak, tulang belulangnya dikumpulkan dan disipan di atas pokok-pokok kayu. Tengkorak kepala diambil dan dipergunakan sebagai bantal petanda cinta kasih pada yang meninggal. Orang Asmat percaya bahwa roh-roh orang yang telah meninggal tersebut (bi) masih tetap berada di dalam kampung, terutama kalau orang itu diwujudkan dalam bentuk patung mbis, yaitu patung kayu yangtingginya 5-8 meter. Cara lain yaitu dengan meletakkan jenazah di perahu lesung panjang dengan perbekalan seperti sagu dan ulat sagu untuk kemudian dilepas di sungai dan seterusnya terbawa arus ke laut menuju peristirahatan terakhir roh-roh.
Saat ini, dengan masuknya pengaruh dari luar, orang Asmat telah mengubur jenazah dan beberapa barang milik pribadi yang meninggal. Umumnya, jenazah laki-laki dikubur tanpa menggunakan pakaian, sedangkan jenazah wanita dikubur dengan menggunakan pakaian. Orang Asmat juga tidak memiliki pemakaman umum, maka jenazah biasanya dikubur di hutan, di pinngir sungai atau semak-semak tanpa nisan. Dimana pun jenazah itu dikubur, keluarga tetap dapat menemukan kuburannya.
·         Ritual Pembuatan dan Pengukuhan Perahu Lesung
Setiap 5 tahun sekali, masyarakat Asmat membuat perahu-perahu baru.Dalam proses pembuatan prahu hingga selesai, ada berapa hal yang perlu diperhatikan. Setelah pohon dipilih, ditebang, dikupas kulitnya dan diruncingkan kedua ujungnya, batang itu telah siap untuk diangkut ke pembuatan perahu. Sementara itu, tempat pegangan untuk menahan tali penarik dan tali kendali sudah dipersiapkan. Pantangan yang harus diperhatikan saat mengerjakan itu semua adalah tidak boleh membuat banyak bunyi-bunyian di sekitar tempa itu. Masyarakat Asmat percaya bahwa jika batang kayu itu diinjak sebelum ditarik ke air, maka batang itu akan bertambah berat sehingga tidak dapat dipindahkan.
Untuk menarik batang kayu, si pemilik perahu meminta bantuan kepada kerabatnya. Sebagian kecil akan mengemudi kayu di belakang dan selebihnya menarik kayu itu. Sebelumnya diadakan suatu upacara khusus yang dipimpin oleh seorang tua yang berpengaruh dalam masyarakat. Maksudnya adalah agar perahu itu nantinya akan berjalan seimbang dan lancar.
Perahu pun dicat dengan warna putih di bagian dalam dan di bagian luar berwarna merah berseling putih. Perahu juga diberi ukiran yang berbentuk keluarga yang telah meninggal atau berbentuk burung dan binatang lainnya.Setelah dicat, perahu dihias dengan daun sagu. Sebelum dipergunakan, semua perahu diresmikan terlebih dahulu. Para pemilik perahu baru bersama dengan perahu masing-masing berkumpul di rumah orang yang paling berpengaruh di kampung tempat diadakannya pesta sambil mendengarkan nyanyi -nyanyian dan penabuhan tifa. Kemudian kembali ke rumah masing-masing untuk mempersiapkan diri dalam perlombaan perahu. Para pendayung menghias diri dengan cat berwarna putih dan merah disertai bulu-bulu burung. Kaum anak-anak dan wanita bersorak-sorai memberikan semangat dan memeriahkan suasana. Namun, ada juga yang menangis mengenang saudaranya yang telah meninggal.
Dulu, pembuatan perahu dilaksanakan dalam rangka persiapan suatu penyerangan dan pengayauan kepala. Bila telah selesai, perahu -perahu ini dicoba menuju tempat musuh dengan maksud memanas -manasi mereka dan memancing suasana musuh agar siap berperang. Sekarang, penggunaan perahu lebih terarahkan untuk pengangkutan bahan makanan.
·         Upacara Bis
Upacara bis merupakan salah satu kejadian penting di dalam kehidupan suku Asmat sebab berhubungan dengan pengukiran patung leluhur (bis) apabila ada permintaan dalam suatu keluarga. Dulu, upacara bis ini diadakan untuk memperingati anggota keluarga yang telah mati terbunuh, dan kematian itu harus segera dibalas dengan membunuh anggota keluarga dari pihak yang membunuh.
Untuk membuat patung leleuhur atau saudara yang telah meninggal diperlukan kurang lebih 6-8 minggu. Pengukiran patung dikerjakan di dalam rumah panjang (bujang) dan selama pembuatan patung berlangsung, kaum wanita tidak diperbolehkan memasuki rumah tersebut. Dalam masa-masa pembuatan patung bis, biasanya terjadi tukar-menukar istri yang disebut dengan papis. Tindakan ini bermaksud untuk mempererat hubungan persahabatan yang sangat diperlukan pada saat tertentu, seperti peperangan. Pemilihan pasangan terjadi pada waktu upacara perang-perangan antara wanita dan pria yang diadakan tiap sore.
Upacara perang-perangan ini bermaksud untuk mengusir roh-roh jahat dan pada waktu ini, wanita berkesempatan untuk memukul pria yang dibencinya atau pernah menyakiti hatinya. Sekarang ini, karena peperangan antar clan sudah tidak ada lagi, maka upacara bis ini baru dilakukan bila terjadi mala petaka di kampung atau apabila hasil pengumpulan bahan makanan tidak mencukupi. Menurut kepercayaan, hal ini disebabkan roh-roh keluarga yang telah meninggal yang belum diantar ketempat perisitirahatan terakhir, yaitu sebuah pulau di muara sungai Sirets.
Patung bis menggambarkna rupa dari anggota keluarga yang telah meninggal. Yang satu berdiri di atas bahu yang lain bersusun dan paling utama berada di puncak bis. Setelah itu diberikan warna dan diberikan hiasan-hiasan.Usai didandani, patung bis ini diletakkan di atas suatu panggung yang dibangun dirumah panjang. Pada saat itu, keluarga yang ditinggalkan akan mengatakan bahwa pembalasan dendam telah dilaksanakan dan mereka mengharapkan agar roh-roh yang telah meninggal itu berangkat ke pulau Sirets dengan tenang. Mereka juga memohon agar keluarga yang ditinggalkan tidak diganggu dan diberikan kesuburan. Biasanya, patung bis ini kemudian ditaruh dan ditegakkan di daerah sagu hingga rusak.
·         Upacara pengukuhan dan pembuatan rumah bujang (yentpokmbu)
Orang-orang Asmat mempunyai 2 tipe rumah, yaitu rumah keluarga dan rumah bujang (je). Rumah bujang inilah yang amat penting bagi orang-orang Asmat. Rumah bujang ini dinamakan sesuai nama marga (keluarga) pemiliknya.
Rumah bujang merupakan pusat kegiatan baik yang bersifat religius maupun yang bersifat nonreligius. Suatu keluarga dapat tinggal di sana, namun apabila ada suatu penyerangan yang akan direncanakan atau upacara-upacara tertentu, wanita dan anak-anak dilarang masuk. Orang-orang Asmat melakukan upacara khusus untuk rumah bujang yang baru, yang dihadiri oleh keluarga dan kerabat. Pembuatan rumah bujang juga diikuti oleh beberapa orang dan upacara dilakukan dengan tari-tarian dan penabuhan tifa.